Skip to content

Belajar dari Anak Kecil

Saat kita sedang menjalani masa kanak-kanak, seringkali kita dimarahi saat ingin melakukan ini dan itu, akibatnya kita tidak mensyukuri masa kecil kita. Namun ketika kita mengenangnya lagi, kita merasa ingin sekali kembali ke masa lalu dan hidup sebagai kanak-kanak tanpa mensyukuri keadaan kita yang saat ini.

Pada saat kuliah, kita merasa masa-masa SMA terasa kurang dan ingin mengulang masa SMA lagi, mengeluh kuliah ada begitu banyak tugas dan sebagainya. Namun saat kita sedang menjalani masa SMA, kita mengeluh juga karena tidak diberi kebebasan.

Saat sudah kerja, kita merasa lebih enak saat kuliah karena saat bekerja kita merasa kehabisan waktu dan dikejar-kejar dead line, sedangkan saat kuliah kita bebas. Namun saat kuliahnya kita mengeluh juga!

Keadaan seperti ini sama saja dengan perumpamaan dimana saat kita kelas 1, kita belajar 1+1 dan pada saat kelas 2, kita sudah naik kelas, harus naik level juga, namun kita maunya 1+1 lagi! Padahal sudah disediakan menurut porsinya, 1+1 hanya untuk anak kelas 1!

Karena itu apapun yang Anda sedang hadapi saat ini, syukurilah! Jangan sampai Anda sudah melewati masa ini dan Anda mengeluh ingin mengalami masa-masa itu lebih lama. Nikmati saja ‘kelas’ yang sedang Anda jalani sekarang!

Mengenang masa kanak-kanak memang menyenangkan, namun biarlah itu menjadi pembelajaran untuk kita supaya kita bisa menjadi lebih bijaksana, bukan malah membuat kita menyesali masa kanak-kanak yang tidak kita lewati dengan sempurna!

Selain dari itu, kita juga bisa belajar dari anak-anak. Apa yang special dari anak-anak? Setidaknya ada 2 hal yang saya garisbawahi mengenai anak-anak, dimana kita bisa belajar dari mereka.

Yang pertama, anak-anak memiliki cita-cita yang besar, cobalah Anda Tanya pada anak kecil, kalau mereka besar ingin menjadi apa? Mereka akan menjawab menjadi presiden, menjadi dokter, jadi pilot, dll. Coba Anda bertanya pada diri Anda sendiri apa cita-cita Anda? Mungkin Anda akan berkata, “Ya saya sih asalkan bisa bekerja untuk mencari uang saja sudah cukup lah!”

Anak-anak memiliki mimpi yang besar, cita-cita yang besar, karena mereka percaya mereka bisa melakukan banyak hal. Mereka mengikat selimut di punggung mereka dan percaya mereka adalah superman! Mereka meletakkan sapu di antara kaki mereka dan percaya mereka penyihir.

Bagaimana dengan Anda? Saat Anda sedang bersemangat memulai sesuatu, ada banyak orang yang berkata kalau itu terlalu beresiko! Saat Anda memiliki ide brilian untuk mengubah dunia, Anda sendiri merasa tidak yakin akan ide ini dan Anda akhirnya melupakan ide yang mungkin sulit dijalani ini. Terlalu banyak tantangan yang Anda hadapi sehingga akhirnya Anda takut mencoba sesuatu yang baru! Namun kenyataannya adalah, tantangan tersebut membuat Anda berpikir semuanya mustahil, Anda tidak lagi percaya pada cita-cita Anda!

Kuncinya hanya percaya! Saat Anda mempercayai sesuatu, itu 99.99% pasti terjadi! Mulailah dari PERCAYA!

Hal kedua yang saya garisbawahi dari anak kecil, adalah saat mereka sedang belajar berjalan! Mungkin saat itu mereka terjatuh berkali-kali. Namun mereka akan terus mencoba dan mencoba lagi untuk bangkit!

Bandingkan dengan kita! Apakah saat kita mengalami kegagalan kita tetap dengan semangat menggebu-gebu mau untuk bangkit kembali?

Sahabat, saya bukanlah orang yang sempurna namun saya juga sedang belajar. Namun saya hanya berbagi pengetahuan saya mengenai apa yang saya bisa pelajari dari anak-anak.Jadi hari ini kita belajar untuk :

  1. Bersyukur atas apa yang kita sedang jalani saat ini
  2. Mulailah dari percaya pada cita-cita Anda dan 99.99% akan terwujud
  3. Tidak peduli berapa kalipun kita gagal, terjatuh, kita harus berusaha untuk bangkit kembali!

Selamat belajar ^^

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*