Skip to content

Karya yang Terakhir

Ada seorang tukang kayu yang sudah mengabdi di suatu perusahaan selama 22 tahun dan selama dia bekerja, hasilnya selalu memuaskan dan benar-benar pekerja yang tidak pernah mengecewakan.

Suatu hari, setelah pengabdiannya yang 22 tahun itu, dia menghadap kepada bosnya dan meminta pensiun dini. Tentu saja bosnya kaget mendengar pernyataan itu dan dia menawarkan kenaikan gaji, penambahan fasilitas dan berbagai cara lainnya untuk menahannya keluar dari perusahaan tersebut.

Tetapi tukang kayu ini tetap bersikeras dan berkata kalau dia ingin menghabiskan waktu yang selama sisa hidupnya ini hanya bersama istrinya, karena selama pernikahannya, dia sudah banyak menghabiskan waktu di perusahaan itu dan mengabaikan istrinya. Saat ada proyek, dia selalu bekerja untuk memberikan yang terbaik yang dia bisa, memikirkan proyeknya siang dan malam dan bahkan selalu berada di proyek tersebut dari pagi sampai malam larut, dan bahkan kalau ada proyek yang sudah deadline, tukang kayu ini rela bekerja menginap di proyeknya berhari-hari hanya demi perusahaannya tidak kena denda. Namun sekarang dia ingin menghabiskan waktu yang sisa hidupnya ini dengan istrinya yang selama ini ditelantarkannya.

Bos tersebut berusaha menahan-nahannya dan bahkan sampai berkata kalau pikiran kita tidak lagi digunakan, maka lama-kelamaan akan karatan. Segala macam usaha dilakukan si bos untuk menahannya keluar dari perusahaan itu namun akhirnya si tukang kayu ini berkata kalau keputusannya sudah bulat.

Si bos akhirnya menyerah namun berkata kalau dia mau meminta 1 permintaan terakhir dari tukang kayu ini. Di dalam benak tukang kayu tersebut berkecamuk 2 pikiran. Pikiran pertama adalah permintaan terakhir bosnya adalah cara untuk mengulur-ulur waktu saja, mungkin bahkan nantinya akan ada permintaan terakhir kedua, permintaan terakhir ketiga, keempat, dll

Tapi pikiran lainnya adalah perusahaan itu sudah memberinya begitu banyak hal, bahkan perusahaan tersebut sudah membiayai anak-anaknya dari gaji dan bonus-bonus yang didapatkannya. Kalau sekarang dia ingin keluar sudah sepantasnya dia membalas kebaikan si bos dan perusahaannya.

Dua pikiran it uterus berkecamuk di dalam pikirannya, dan akhirnya dia menerima permintaan terakhir dari bosnya. Maka bosnya berkata kalau di dekat pemukiman, ada sebuah lahan yang cukup luas, dia mau si tukang kayu ini mengelola lahan tersebut, namun karena ini permintaan terakhir dari bosnya, dia ingin tukang kayu itu mengambar designnya sendiri, memilih bahan-bahannya sendiri dan bahkan mengerjakannya dengan tangannya sendiri.

Walaupun proyek terakhirnya diterima oleh si tukang kayu tersebut, namun karena sudah ada pikiran curiga dalam hatinya, maka dia mengerjakan proyeknya tersebut dengan asal-asalan.Yang penting jadi, pikirnya. Kalau biasanya dia menggergaji paling lurus, di proyek ini banyak mencongnya! Kalau dia biasanya memaku paling tegak, sekarang banyak tidak seimbangnya! Bahkan dia mengambil design seadanya dan mencontek karya orang lain yang menurut dia paling mudah dan memilih bahan-bahan bukan yang terbaik! Yang ada di pikirannya adalah setelah proyek ini selesai, dia akan segera keluar dan menikmati hari tuanya bersama istrinya.

Akhirnya rumah itupun jadi, dan akhirnya dia dating ke perusahaan itu dan menyerahkan kunci rumahnya ke bosnya.

Mendapati rumahnya itu diselesaikannya begitu cepat, si bos malah memuji betapa dia bukan hanya dulu saat masih bekerja dapat bekerja maksimal, namun saat ingin keluar juga dia mengerjakan semuanya dengan sangat cepat dan memuaskan. Namun di dalam hati si tukang kayu tersebut, saat dia sudah menyelesaikan rumah tersebut dan melihat hasilnya, itu adalah rumah paling jelek, karya paling tidak bisa dibanggakannya dari selama hasil kerjanya 22 tahun. Dan mendengar pujian tersebut dia membatin, “belum tahu saja si bos, kalau rumahnya aku buat sejadinya saja!”

Si bos masih bertanya lagi apakah dia benar-benar ingin keluar dari perusahaan ini. Dia menjawab ya dengan pasti dan mantap. Akhirnya dipanggillah bagian keuangan untuk menghitung gajinya, dan bahkan dia diberikan penghargaan sebagai tukang kayu yang bekerja dengan segenap dayanya untuk perusahaan tersebut, diberinya piagam dan bermacam-macam bonus juga. Dia salami semua rekan-rekan kerjanya, dia salami bosnya dan saat dia ingin keluar dari ruangan bosnya, si bos berkata, “Tunggu!”

Tukang kayu itu membatin, “nah ini nih yang ditakutkannya terjadi, paste deh ada permintaan terakhir kedua, ketiga dan seterusnya sampai saya tidak diijinkan keluar.”

Namun si bos hanya berkata bahwa sebagai ucapan terima kasih, dia akan menghadiahi rumah yang baru saja dia serahkan kuncinya kepada si bos untuk dia menikmati hari tuanya dan menghabiskannya bersama istrinya.

Tukang kayu itu senang, tapi lebih banyak senepnya! Dia membatin, kenapa tidak bilang dari dulu kalau rumah itu akan dihadiahkan kepada saya, kalau bilang dari dulu kan saya pikirkan design yang terbaik, saya carikan bahan-bahan terbaik, saya bekerja dengan tangan saya sendiri dengan sepenuh daya dan tenaga saya curahkan! Namun dia hanya keluar dari ruangan bosnya sambil mengucapkan terima kasih.

Sahabat, kalau seandainya karya yang kita buat adalah karya yang terakhir, mungkin masakan yang kau buat adalah masakan terakhir yang kau masak, mungkin ujian sekolah atau kuliah yang terakhir yang akan kauikuti, mungkin jika semuanya menjadi yang terakhir, tidakkah sepantasnya kita memberikan yang terbaik? Kita memberikan yang sepenuh daya usaha kita untuk menghasilkan karya yang terbaik? Siapa tahu itu adalah karyamu yang terakhir? Siapa yang tahu umur manusia, bisa saja yang muda meninggal duluan dan yang tua malah panjang umur sehat senantiasa, bisa saja begitu Anda memulai aktifitas Anda dan Anda menyebrang jalan ternyata ada pengemudi mobil yang sedang mabuk dan ugal-ugalan menabrak Anda? Siapa yang tahu?

Mari kita sama-sama belajar untuk memberikan yang terbaik untuk setiap karya dalam hidup kita, karena seapa tahu itu menjadi karya yang terakhir, kita bisa puas dengan apa yang kita berikan! Selamat memberi yang terbaik!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*