Skip to content

Ladang 50 juta

FieldSeorang petani sudah frustasi dengan ladangnya, sehingga dia berpikir untuk menjual ladangnya, dia berpikir ladangnya bisa laku 50 juta, namun ada seorang pembeli yang melihat sawahnya dan langsung menawar 100 juta.

Karena dia pikir hanya laku 50 juta, namun ada penawaran yang lebih tinggi, maka dia tanpa pikir panjang lagi langsung menerima tawaran tersebut dan menjual ladangnya 100 juta.

Ternyata pembelinya seorang pengusaha real estate dan dia berhasil menjual ladang tsb seharga 500 juta. Kejadian itu didengar oleh petani dan dia begitu menyesal, kenapa dia terlalu terburu-buru menjual ladangnya, terlalu tergiur dengan 100 juta, padahal ladangnya bisa laku 500 juta.

Hari demi hari dia terus memikirkannya, dan akhirnya dia menjadi gila karena terus-terusan memikirkannya. Dan akhirnya dia masuk rumah sakit jiwa.

Padahal dia pikir hanya laku 50 juta, sedangkan ada tawaran 100 juta, harusnya dia bisa menikmati keuntungan 50 jutanya, namun dia terlalu menyalahkan dirinya dan menjadi gila.

Sadar atau tidak, seringkali kita juga seperti itu, misalnya kita nyaris ketabrak motor, lalu kita marah-marah dan menyumpah serapah pengendara motor itu. Lalu kita ceritakan ke seluruh dunia kalau nyaris ketabrak motor. Padahal kita tidak kenapa-kenapa, hanya hampir keserempet. Kalau tidak keserempet, ya sudah, lupakan ajah, kan kita masih hidup sehat walafiat sampai saat ini. Kenapa harus ngedumel? gak ada gunanya bersungut-sungut, yang ada nantinya kita seperti kecoak yang memiliki sungut.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*