Skip to content

Maling!

Sebenarnya ini adalah pengalaman pribadi saya, namun ada sesuatu yang bagus yang bisa kita simpulkan dari cerita saya ini, karena itu saya akan menceritakannya.

Di rumah saya ada sebuah tempat olahraga yang letaknya di lantai 2. Ruang itu biasa dipakai untuk senam ibu-ibu baik yang muda sampai yang sudah tua. Pengajarnya adalah teman mama saya. Karyawan saya yang menginap di rumah saya, sangat suka tidur di ruangan tersebut, karena senam ibu-ibu adanya pagi dan sore saja, maka malam harinya dipakai oleh karyawan saya untuk beristirahat.

Suatu kali karyawan saya kedapatan mencuri uang dan perhiasan dari pengajar senam tersebut. Awalnya biasa saja dan tidak ketahuan, namun sampai suatu kali, karyawan saya melancarkan aksinya lagi dan pengajar senam itu berkonsultasi dengan mama saya dan akhirnya digeledah barang-barang milik karyawan saya dan didapati ada perhiasan pengajar senam tersebut.

Setelah ditanya, pada akhirnya dia mengaku sudah mengambil uang dan perhiasan tersebut. Awalnya sebenarnya tidak ada pikiran mengambil perhiasan tersebut, namun saat semua orang senam sudah pulang dan tersisa pengajarnya saja yang ingin mandi, pengajarnya mencopot semua perhiasannya dan dompetnya di ruangan itu. Karyawan saya yang malamnya tidur di sana, sebenarnya hanya ingin mengambil charger HP di ruangan itu, namun begitu melihat dompet dan perhiasan, dia mulai tergiur dan tergoda untuk mengambilnya.

Awalnya hanya sedikit yang diambilnya, karena dia takut ketahuan. Begitu dia mengambil, pengajar senam tersebut sudah mulai curiga, namun dia berpikir mungkin perhiasannya terjatuh di tempat saudaranya. Merasa aksinya tidak ditindaklanjuti, karyawan saya mulai mengambil lebih banyak lagi, terus dan terus sampai akhirnya puncaknya dia mengambil warisan dari orangtua pengajar senam tersebut, berupa sebuah cincin bermata berlian.

Saat itu pengajarnya berkata pada mama saya dan digeledah, namun yang ketemu hanya cincin imitasi yang diambil karyawan saya beberapa waktu yang lalu. Saat ditanya ternyata cincin bermata berlian tersebut sudah dijual dengan harga murah.

Setelah diusahakan dengan berbagai cara, akhirnya cincin itu berhasil diselamatkan dari tangan penjual emas yang di pinggir jalan, akhirnya kami selesaikan dengan jalan damai dan tidak melibatkan pihak kepolisian. Namun tentu saja itu menjadi pelajaran berharga untuk kami sekeluarga!

Ada beberapa makna yang bisa kita ambil dari cerita saya ini, yang pertama adalah mengutip perkataannya Bang Napi dari salah satu stasiun TV, kalau kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya tetpi juga karena ada kesempatan, Waspadalah!

Dan yang kedua adalah hasil pemikiran dari saya sendiri, saya merenungkan kenapa para pencuri tidak pernah menjadi kaya? Padahal mereka tanpa harus bekerja keras sudah berhasil mendapatkan barang-barang yang tergolong cukup mahal? Kenapa? Lalu saya dapatkan jawabannya, yaitu karena mereka tidak pernah mensyukuri apa yang sudah didapatkan olehnya. Pesan saya, apapun yang Anda miliki di dalam hidup ini, bersyukurlah kepada Tuhan maka engkau akan menjadi orang yang disebut kaya lahir batin!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*