Skip to content

Payung dan Es

IceAda seorang ibu yang memiliki 2 orang anak, yang satu menjual payung, dan yang lain menjual es. Si ibu selalu menangis, hari berganti hari, bulan berganti bulan, musim berganti musim, ibu itu tetap menangis. Musim ujan menangis, musim kemarau menangis.

Ada orang yang memperhatikan ibu itu yang selalu menangis, akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya kepada ibu itu.

“Bu, kenapa sih ibu selalu menangis?” tanyanya.

“Begini nak, kalau musim hujan ibu sedih karena teringat anak ibu yang berjualan es, es nya pasti tidak laku karena udaranya sudah dingin, gak mungkin membeli es. Tapi kalau musim kemarau, ibu sedih karena teringat anak ibu yang berjualan payung, payungnya pasti tidak laku karena gak ada hujan. makanya ibu selalu sedih dan menangis!”

Lalu orang yg bertanya itu berkomentar, “ouw kalau itu masalahnya, solusinya mudah Bu, saat musim panas, ibu ingatnya anak ibu yang berjualan es, udaranya kan panas, jadi es-nya pasti laku keras. Ibu jangan pikirin anak ibu yang berjualan payung. Sebaliknya kalau musim hujan, ibu ingat anak ibu yang berjualan payung, hujan dimana-mana dan payungnya pasti laku keras. Ibu jangat ingat-ingat anak ibu yang berjualan es. Ibu pasti tersenyum setiap saat. ”

Benar saja, mengikuti saran pemuda tadi maka ibu itu tersenyum setiap saat. Pola pikir dan cara pandang ibu itu sudah berubah sampai akhirnya dia bisa mensyukuri apapun yg terjadi.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*