Skip to content

Salah Prioritas

Banyak dari kita berkata bahwa kita berjuang untuk keluarga, anak, istri, orang tua dan orang-orang terdekat, tetapi terkadang kesibukan kita ini membuat kita lupa bahwa sebenarnya keluarga lebih utama dari pekerjaan, bisnis dan kesibukan kita.

Kisah seorang ayah di kota X: Berangkat pagi-pagi buta sebelum anak-anaknya bangun, pulang larut malam ketika anak-anak sudah tidur. Kalaupun sampai rumah sebelum anak-anak tidur, ketika anak-anaknya kangen dan mengajak bermain, ketika anaknya salah sedikit/agak berisik, yang ada anaknya diomelin. Sebel sama boss? Ada masalah dengan pekerjaannya? kenapa org rumah yangg kena sasaran?

Kisah seorang anak di kota Y: Selepas mulai memiliki penghasilan sendiri, sering dihabiskan untuk jajan, beli gadget terbaru, traktir temen-temen, traktir gebetan, beli ini itu hanya untuk kepentingan sendiri. Buat ayah ibunya yang mendoakan setiap saat mana? Buat beliau berdua yang telah membesarkan kita mana? Buat kedua orang yang paling berjasa yang umurnya semakin bertambah itu mana?

Seringkali kita salah prioritas! Kadang kesibukan membuat sebagian besar manusia menjadi lupa  dengan prioritasnya! Yangg mana yang perlu didahulukan dari yang lainnya. Tekanan kehidupan membuyarkan pikiran dan hati kita dari apa yang seharusnya kita utamakan.

Luangkan waktu sejenak untuk berhenti dan bertanya kepada diri kita “Apakah saya sudah mengurutkan prioritas utama saya di atas yang lainnya?”

Buat yang sudah memiliki buah hati, pandang wajahnya, sudahkah kita memberi waktu yang berkualitas untuk si ganteng dan si cantik yang haus akan kasih sayang itu? Bahwasannya setiap detik dari tingkah polahnya tidak akan terulang, setiap momen bersamanya teramat berharga untuk dilewatkan. Apakah momen berharga itu ia habiskan bersama kita atau bersama baby sitternya?

Untuk yang masih memiliki orang tua, ingatlah wajah ayah ibu kita, hitung jumlah kerutan di wajahnya, mereka berdua tak pernah berharap kita memberi apapun kepada mereka, tapi adalah sebuah kebanggaan dan kebahagiaan tak ternilai ketika kita bisa menghadiahkan sesuatu yang istimewa buat mereka, meskipun nilainya tak akan pernah bisa membalas jasa mereka yang telah mencurahkan setiap tetes kasih sayangnya kepada kita.

Selamat mengUTAMAkan yang UTAMA!!!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*